Tingkatkan efisiensi dan dorong produktivitas perusahaan bersama Phiraka Ecosystem.
Solusi HRIS Terintegrasi
Layanan digital end-to-end untuk membantu brand dan bisnis tumbuh lebih cepat melalui strategi, teknologi, dan eksekusi yang terintegrasi.
Temukan insight, cerita, dan peluang yang membantu bisnis serta kariermu berkembang. Karena setiap langkah besar dimulai dari pengetahuan yang tepat.
Coretax DJP bukan sekadar tampilan baru dari sistem lama. Platform ini dirancang sebagai sistem inti administrasi perpajakan.
Bagi sebagian orang, mendengar kata lapor SPT Tahunan saja sudah cukup bikin pusing. Mulai dari takut salah isi, bingung istilah pajak, sampai khawatir kena sanksi kalau keliru. Padahal, di tahun 2026 ini, proses pelaporan pajak orang pribadi justru dibuat semakin sederhana berkat hadirnya Coretax DJP.
Coretax merupakan sistem administrasi pajak terbaru yang dikembangkan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menggantikan sistem lama. Lewat platform ini, wajib pajak bisa mengurus hampir seluruh keperluan perpajakan secara online, termasuk pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi untuk tahun pajak 2025.
Yang perlu diingat, batas waktu pelaporan SPT Tahunan Orang Pribadi tetap sama, yaitu paling lambat 31 Maret 2026. Artinya, meski sistemnya baru, kewajiban dan tenggat waktunya tetap harus dipatuhi. Nah, supaya tidak panik mendekati deadline, yuk pahami alurnya pelan-pelan lewat panduan lengkap berikut ini.
Coretax DJP bukan sekadar tampilan baru dari sistem lama. Platform ini dirancang sebagai sistem inti administrasi perpajakan yang mengintegrasikan data wajib pajak secara menyeluruh. Mulai dari data identitas, penghasilan, bukti potong, hingga histori pelaporan pajak, semuanya dikelola dalam satu sistem terpusat.
Bagi wajib pajak orang pribadi, kehadiran Coretax memberikan beberapa kemudahan nyata. Proses pelaporan SPT menjadi lebih terstruktur, alurnya jelas, dan sebagian data bahkan sudah disesuaikan dengan profil wajib pajak. Dengan kata lain, risiko salah input bisa ditekan, selama data yang dimasukkan sesuai dokumen resmi.
Selain itu, Coretax juga mengurangi ketergantungan pada dokumen fisik. Hampir semua proses dilakukan secara digital, sehingga wajib pajak tidak perlu datang ke kantor pajak kecuali dalam kondisi tertentu.
Sebelum bisa melaporkan SPT Tahunan, wajib pajak harus memiliki akun Coretax DJP. Proses aktivasi ini penting karena akun tersebut akan digunakan untuk seluruh aktivitas perpajakan ke depannya.
Secara umum, aktivasi akun dilakukan melalui situs resmi Coretax DJP. Wajib pajak diminta memasukkan NPWP, alamat email aktif, dan nomor ponsel yang bisa dihubungi. Setelah itu, sistem akan melakukan proses verifikasi identitas, termasuk validasi data pribadi.
Jika proses aktivasi berhasil, wajib pajak akan menerima notifikasi melalui email. Setelah akun aktif, langkah berikutnya adalah login dan melakukan pengaturan awal, seperti mengganti kata sandi dan membuat passphrase. Passphrase ini nantinya akan berfungsi sebagai pengaman tambahan saat melakukan transaksi atau pengesahan dokumen pajak.
Baca Juga : 2 Menit Perhitungan Lembur Karyawan dengan HRIS Tanpa Takut Salah Aturan
Salah satu hal penting yang sering terlewat oleh wajib pajak adalah sertifikat elektronik atau Kode Otorisasi DJP. Sertifikat ini berfungsi sebagai tanda tangan digital yang sah dalam sistem Coretax.
Tanpa sertifikat elektronik yang aktif, wajib pajak tidak bisa mengesahkan atau mengirim SPT Tahunan. Oleh karena itu, setelah akun Coretax aktif, sebaiknya segera mengurus sertifikat elektronik sebelum mulai mengisi SPT.
Proses pengajuannya dilakukan langsung di dalam akun Coretax. Wajib pajak cukup masuk ke menu pengelolaan akun, memilih permintaan sertifikat elektronik, lalu mengikuti instruksi yang tersedia. Setelah diterbitkan, pastikan status sertifikat dalam kondisi valid agar bisa digunakan saat pelaporan.
Agar proses pengisian SPT Tahunan berjalan lancar, ada beberapa dokumen yang sebaiknya sudah disiapkan sejak awal. Dokumen-dokumen ini menjadi dasar pengisian data dalam formulir SPT.
Beberapa dokumen penting tersebut antara lain:
Dengan dokumen yang lengkap, proses pengisian SPT bisa dilakukan lebih cepat dan minim revisi.
Baca Juga : Cara Menghitung Gaji Karyawan Secara Lengkap dan Akurat
Setelah akun aktif, sertifikat elektronik siap, dan dokumen lengkap, barulah wajib pajak bisa mulai mengisi SPT Tahunan.
Langkah awalnya adalah masuk ke menu Surat Pemberitahuan (SPT) dan memilih opsi pembuatan SPT Tahunan Orang Pribadi. Sistem akan meminta wajib pajak menentukan periode pajak, yaitu Januari hingga Desember 2025 untuk pelaporan di tahun 2026.
Selanjutnya, wajib pajak akan diarahkan ke formulir yang berisi beberapa bagian, mulai dari:
Setiap bagian harus diisi dengan teliti sesuai data yang dimiliki. Untuk wajib pajak dengan penghasilan dari satu pemberi kerja, pengisian relatif lebih sederhana karena sebagian data sudah tercantum dalam bukti potong.
Sebelum SPT dikirim, Coretax menyediakan ringkasan data yang telah diisi. Pada tahap ini, wajib pajak sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ulang.
Pastikan tidak ada kesalahan angka, data ganda, atau informasi yang terlewat. Kesalahan kecil bisa berdampak pada status SPT dan berpotensi memerlukan pembetulan di kemudian hari.
Jika semua data sudah benar, wajib pajak dapat melakukan pengesahan SPT menggunakan sertifikat elektronik dan passphrase yang telah dibuat sebelumnya. Setelah itu, SPT bisa dikirim secara resmi melalui sistem Coretax.
Setelah SPT berhasil dikirim, wajib pajak akan menerima Bukti Penerimaan Elektronik (BPE). Dokumen ini menjadi tanda sah bahwa SPT Tahunan telah dilaporkan sesuai ketentuan.
BPE sebaiknya disimpan dengan baik, baik dalam bentuk digital maupun cetak, sebagai arsip pribadi. Dokumen ini juga bisa digunakan sebagai bukti kepatuhan pajak jika suatu saat dibutuhkan.
Agar pengalaman lapor SPT tidak menjadi beban tahunan, ada beberapa tips sederhana yang bisa diterapkan:
Dengan persiapan yang matang, lapor SPT sebenarnya bisa selesai dalam waktu singkat.
Pelaporan SPT Tahunan 2026 melalui Coretax DJP merupakan langkah besar dalam modernisasi sistem perpajakan di Indonesia. Dengan sistem yang lebih terintegrasi dan digital, wajib pajak kini memiliki akses yang lebih mudah, cepat, dan transparan dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
Selama dilakukan dengan persiapan yang baik dan mengikuti alur yang tersedia, lapor SPT bukan lagi sesuatu yang menakutkan. Justru, ini bisa menjadi rutinitas tahunan yang sederhana dan terkendali.
HRIS modern tidak lagi hanya digunakan untuk mencatat data karyawan. Saat ini, perusahaan membutuhkan sistem yang mampu mengelola seluruh siklus SDM, mulai dari absensi, payroll, rekrutmen, hingga pemantauan aktivitas kerja dalam satu platform terintegrasi.
Audit SDM yang terstruktur, perusahaan dapat menemukan celah kepatuhan, meningkatkan efisiensi proses HR, dan memastikan strategi SDM selaras dengan tujuan bisnis.
Outsourcing menjadi salah satu strategi yang banyak digunakan perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan fokus pada bisnis inti. Namun, praktik outsourcing tidak hanya soal menekan biaya. Perusahaan juga perlu memahami manfaat, risiko, serta ketentuan hukum yang mengaturnya agar pengelolaan tenaga kerja tetap sesuai regulasi.
Konsultasikan secara gratis bagaimana solusi Phiro membantu bisnis dan tim Anda berkembang lebih cepat.