Tingkatkan efisiensi dan dorong produktivitas perusahaan bersama Phiraka Ecosystem.
Solusi HRIS Terintegrasi
Software HR SaaS
Layanan digital end-to-end untuk membantu brand dan bisnis tumbuh lebih cepat melalui strategi, teknologi, dan eksekusi yang terintegrasi.
Temukan insight, cerita, dan peluang yang membantu bisnis serta kariermu berkembang. Karena setiap langkah besar dimulai dari pengetahuan yang tepat.
Perhitungan lembur merupakan salah satu kewajiban perusahaan yang diatur secara tegas dalam undang undang ketenagakerjaan di Indonesia. Kesalahan dalam menghitung lembur tidak hanya berdampak pada keuangan perusahaan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko hukum dan menurunkan kepercayaan karyawan.
Melalui artikel ini, Anda akan memahami dasar hukum, rumus, serta contoh perhitungan lembur karyawan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Lembur adalah waktu kerja yang melebihi jam kerja normal sebagaimana diatur dalam peraturan perundang undangan. Perhitungan lembur dilakukan untuk memastikan karyawan menerima kompensasi yang adil atas waktu kerja tambahan yang dilakukan.
Jam kerja normal menurut undang undang adalah7 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk 6 hari kerja8 jam per hari dan 40 jam per minggu untuk 5 hari kerja
Setiap waktu kerja yang melebihi ketentuan tersebut wajib dihitung sebagai lembur.
Perhitungan lembur karyawan di Indonesia mengacu pada
Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang KetenagakerjaanUndang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta KerjaPeraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021
Regulasi ini mengatur kewajiban pembayaran upah lembur, batas maksimal jam lembur, serta syarat pemberlakuan lembur.
Sebelum melakukan perhitungan lembur, perusahaan wajib memastikan
Ada persetujuan karyawan secara tertulis atau digitalLembur tidak melebihi 4 jam per hari dan 18 jam per mingguUpah lembur dibayarkan sesuai ketentuanHak istirahat karyawan tetap terpenuhi
Tanpa memenuhi syarat tersebut, lembur dapat dianggap tidak sah secara hukum.
Langkah pertama dalam perhitungan lembur adalah menentukan upah per jam.
Rumus upah per jam1 per 173 x upah bulanan
Jika gaji bulanan karyawan Rp5.190.000Upah per jam = Rp5.190.000 ÷ 173 = Rp30.000
Baca Juga: 2 Menit Perhitungan Lembur Karyawan dengan HRIS
Skema perhitungan lembur hari kerja adalah
Jam pertama lembur1,5 x upah per jam
Jam berikutnya2 x upah per jam
Karyawan lembur 2 jam pada hari kerja
Jam pertama1,5 x Rp30.000 = Rp45.000
Jam kedua2 x Rp30.000 = Rp60.000
Total upah lembur = Rp105.000
Untuk perusahaan dengan sistem 5 hari kerja, perhitungan lembur hari libur adalah
8 jam pertama2 x upah per jam
Jam ke 93 x upah per jam
Jam ke 10 dan seterusnya4 x upah per jam
Kesalahan dalam skema ini sering terjadi dan berisiko menimbulkan sengketa ketenagakerjaan.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam perhitungan lembur karyawan antara lain
Tidak menghitung berdasarkan upah per jam yang benarMengabaikan batas maksimal jam lemburTidak memiliki bukti persetujuan lemburMenghitung lembur secara manual tanpa sistem
Kesalahan ini dapat berdampak pada sanksi administratif dan masalah kepatuhan hukum.
Pengelolaan perhitungan lembur secara manual rawan kesalahan. Dengan sistem HRIS, perusahaan dapat
Mencatat jam kerja otomatisMenghitung lembur sesuai regulasiMengintegrasikan data ke payrollMengurangi risiko kesalahan dan sengketa
Pendekatan ini membantu perusahaan tetap patuh terhadap undang undang sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Baca Juga : Software HRIS PHIRO: Solusi Modern Manajemen HR yang Efisien
Perhitungan lembur bukan sekadar soal angka, tetapi bagian dari kepatuhan hukum dan tata kelola SDM yang profesional. Dengan memahami regulasi dan menerapkan metode perhitungan yang tepat, perusahaan dapat menciptakan hubungan kerja yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.
Proses rekrutmen yang cepat dan terstruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendapatkan talenta terbaik. Namun, masih banyak perusahaan yang mengelola proses hiring secara manual, mulai dari menyimpan CV di berbagai folder, menjadwalkan interview melalui email atau chat, hingga mencatat perkembangan kandidat menggunakan spreadsheet. Seiring bertambahnya jumlah pelamar dan kebutuhan perekrutan, cara kerja tersebut sering […]
Memilih Human Resource Information System (HRIS) merupakan keputusan strategis bagi perusahaan. Selain membantu mengelola data karyawan, HRIS juga mendukung berbagai proses penting, mulai dari absensi, payroll, rekrutmen, hingga performance management. Saat mencari solusi HRIS, perusahaan biasanya dihadapkan pada dua pilihan utama, yaitu SaaS HRIS (Software as a Service) dan On-Premise HRIS. Keduanya memiliki karakteristik, kelebihan, […]
Di tengah tuntutan bisnis yang semakin dinamis, tim Human Resources (HR) tidak lagi hanya berfokus pada administrasi karyawan. HR kini berperan sebagai mitra strategis yang membantu perusahaan mengambil keputusan berbasis data, mengembangkan talenta, hingga meningkatkan produktivitas organisasi. Namun, masih banyak perusahaan yang menjalankan proses HR secara manual menggunakan spreadsheet, dokumen terpisah, atau bahkan formulir kertas. […]
Konsultasikan secara gratis bagaimana solusi Phiro membantu bisnis dan tim Anda berkembang lebih cepat.