Tingkatkan efisiensi dan dorong produktivitas perusahaan bersama Phiraka Ecosystem.
Solusi HRIS Terintegrasi
Software HR SaaS
Layanan digital end-to-end untuk membantu brand dan bisnis tumbuh lebih cepat melalui strategi, teknologi, dan eksekusi yang terintegrasi.
Temukan insight, cerita, dan peluang yang membantu bisnis serta kariermu berkembang. Karena setiap langkah besar dimulai dari pengetahuan yang tepat.
Dalam dunia kerja profesional, proses pengunduran diri bukan hanya sekedar menyerahkan surat resign kepada perusahaan. Terdapat sejumlah prosedur yang perlu dipahami dan dijalankan oleh karyawan maupun perusahaan agar proses transisi berjalan dengan baik. Salah satu istilah yang sering muncul dalam proses tersebut adalah notice period.
Meski cukup umum digunakan dalam lingkungan kerja, masih banyak karyawan yang belum memahami apa itu notice period, berapa lama durasinya, hingga mengapa masa pemberitahuan ini menjadi bagian penting dalam proses resign. Padahal, pemahaman yang tepat mengenai notice period dapat membantu menjaga profesionalisme, kelancaran operasional perusahaan, serta hubungan baik antara karyawan dan pemberi kerja.
Bagi Phiraka Squad yang sedang mempertimbangkan untuk berpindah pekerjaan, menerima tawaran karier baru, atau ingin memahami proses resign secara lebih profesional, artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai definisi notice period, manfaatnya bagi perusahaan dan karyawan, durasi yang umum diterapkan, serta berbagai hal penting yang perlu diperhatikan selama proses pengunduran diri berlangsung.
Baca Juga : Inilah 6 Tips Absensi Digital Karyawan WFH yang 100% Efektif
Notice period adalah jangka waktu pemberitahuan yang diberikan oleh karyawan kepada perusahaan sebelum tanggal efektif pengunduran diri. Selama periode tersebut, karyawan tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya seperti biasa hingga masa kerja berakhir sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam praktiknya, notice period berfungsi sebagai masa transisi yang memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mempersiapkan pergantian posisi, melakukan transfer pengetahuan (knowledge transfer), serta memastikan operasional bisnis tetap berjalan dengan lancar.
Bagi perusahaan, masa pemberitahuan ini membantu mengurangi resiko terganggunya aktivitas operasional akibat kekosongan posisi secara mendadak. Sementara bagi karyawan, notice period menjadi kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik sekaligus meninggalkan kesan profesional sebelum melanjutkan perjalanan karier berikutnya.
Karena itu, memahami konsep notice period menjadi hal penting bagi Phiraka Squad yang ingin menjalani proses resign secara profesional dan sesuai prosedur perusahaan.
Baca Juga : Mengenal Pengertian Toxic Productivity Yuk!
Notice period memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik perusahaan maupun karyawan. Ketika seorang karyawan mengajukan pengunduran diri, perusahaan membutuhkan waktu untuk melakukan berbagai persiapan, mulai dari mencari kandidat pengganti hingga mendistribusikan pekerjaan kepada anggota tim lainnya.
Tanpa adanya masa pemberitahuan, perusahaan dapat menghadapi berbagai tantangan seperti keterlambatan proyek, penurunan produktivitas tim, hingga meningkatnya beban kerja bagi karyawan yang masih bertugas.
Di sisi lain, notice period juga membantu karyawan menjaga hubungan profesional dengan perusahaan. Menjalankan masa pemberitahuan sesuai ketentuan menunjukkan sikap tanggung jawab, profesionalisme, dan komitmen terhadap pekerjaan yang telah dijalankan.
Hubungan profesional yang baik dengan perusahaan sebelumnya dapat menjadi aset berharga bagi perjalanan karier seseorang di masa depan.
Durasi notice period dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan perusahaan, perjanjian kerja, maupun jabatan yang dimiliki oleh karyawan.
Berikut beberapa durasi yang umum diterapkan di berbagai perusahaan:
Notice period selama 30 hari merupakan yang paling umum diterapkan di Indonesia. Periode ini biasanya dianggap cukup untuk melakukan proses transisi pekerjaan dan administrasi kepegawaian.
Beberapa perusahaan menerapkan masa pemberitahuan selama 60 hari untuk posisi supervisor atau manajerial yang memiliki tanggung jawab lebih besar terhadap operasional tim.
Untuk posisi strategis seperti senior manager, direktur, atau eksekutif perusahaan, notice period dapat berlangsung hingga 90 hari atau lebih. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pergantian posisi dan transfer pengetahuan berjalan secara optimal.
Oleh karena itu, sebelum mengajukan resign, Phiraka Squad disarankan untuk memeriksa kembali kontrak kerja atau peraturan perusahaan yang berlaku.
Baca Juga : 8 Cara Mengatasi Burnout Saat Bekerja, Cek Yuk!
Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah apakah notice period dapat dipersingkat. Jawabannya adalah bisa, selama terdapat kesepakatan antara perusahaan dan karyawan.
Dalam beberapa kondisi, perusahaan mungkin telah menemukan pengganti yang sesuai atau tidak lagi membutuhkan masa transisi yang panjang. Sebaliknya, karyawan juga dapat memiliki kebutuhan tertentu yang mengharuskan mereka bergabung lebih cepat dengan perusahaan baru.
Namun, keputusan untuk memperpendek notice period sebaiknya didokumentasikan secara resmi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari. Komunikasi yang baik antara karyawan, atasan, dan tim HR menjadi kunci utama dalam proses ini.
Meninggalkan perusahaan tanpa menjalani notice period dapat menimbulkan berbagai konsekuensi yang perlu dipertimbangkan dengan matang.
Pertama, perusahaan tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan proses pergantian posisi atau pengalihan pekerjaan. Hal ini dapat berdampak pada produktivitas tim dan kelangsungan operasional bisnis.
Kedua, hubungan profesional dengan perusahaan dapat menjadi kurang baik. Dalam beberapa situasi, reputasi profesional yang dibangun selama bertahun-tahun dapat terpengaruh akibat proses resign yang tidak dilakukan dengan benar.
Ketiga, berbagai proses administrasi kepegawaian seperti pengembalian aset perusahaan, penyelesaian dokumen, hingga penerbitan surat keterangan kerja dapat menjadi lebih rumit.
Karena itu, menjalani notice period sesuai ketentuan merupakan langkah yang lebih profesional dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.
Baca Juga : Mengapa Retensi Karyawan Penting? Ini Strategi dan Solusi HR untuk Perusahaan
Agar proses resign berjalan dengan lancar, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh Phiraka Squad selama menjalani notice period.
Gunakan jalur komunikasi resmi perusahaan dan informasikan keputusan resign kepada atasan maupun tim HR secara profesional.
Meskipun masa kerja akan segera berakhir, tetaplah menunjukkan kinerja terbaik hingga hari terakhir bekerja.
Pastikan seluruh pekerjaan, proyek, dan informasi penting telah didokumentasikan dengan baik agar dapat dilanjutkan oleh rekan kerja atau pengganti.
Menjaga hubungan baik dengan atasan dan rekan kerja dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan karier.
Pastikan seluruh aset perusahaan, dokumen, dan kebutuhan administrasi lainnya telah diselesaikan sebelum tanggal efektif pengunduran diri.
Bagi tim Human Resources, proses resign tidak hanya berhenti pada penerimaan surat pengunduran diri. Terdapat berbagai tahapan yang perlu dikelola secara terstruktur agar proses transisi berjalan dengan baik.
Mulai dari persetujuan resign, pengelolaan dokumen, monitoring proses handover, pengembalian aset perusahaan, hingga offboarding karyawan memerlukan koordinasi yang baik antar departemen.
Jika seluruh proses tersebut masih dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet atau dokumen terpisah, risiko keterlambatan, kesalahan administrasi, dan kehilangan data akan semakin tinggi.
Karena itu, perusahaan modern mulai memanfaatkan teknologi HRIS untuk membantu mengelola seluruh perjalanan karyawan secara lebih efektif dan terintegrasi.
Digitalisasi proses HR membantu perusahaan meningkatkan efisiensi sekaligus memberikan pengalaman kerja yang lebih baik bagi karyawan.
Melalui sistem HRIS yang terintegrasi, perusahaan dapat mengelola data karyawan secara terpusat, memantau proses resign dan offboarding secara real-time, menyimpan riwayat karier dengan lebih rapi, serta mempercepat berbagai proses administrasi kepegawaian.
Selain itu, HRIS juga membantu perusahaan mengurangi risiko kesalahan data dan meningkatkan akurasi informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan strategis terkait sumber daya manusia.
Proses resign, mutasi, promosi, hingga offboarding yang masih dilakukan secara manual sering kali memakan waktu dan berisiko menimbulkan kesalahan administrasi. Phiro Neo by Phiraka Sinergi Indonesia membantu perusahaan mengelola seluruh perjalanan karyawan dalam satu platform HRIS yang terintegrasi, mulai dari pengelolaan data karyawan, employee transition, hingga dokumentasi kepegawaian secara real-time. Dengan sistem yang terpusat, tim HR dapat meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses administrasi, serta memastikan setiap tahapan employee lifecycle berjalan lebih akurat, transparan, dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan. Konsultasikan segera kebutuhan HRIS perusahaan Anda dengan klik disini!
View this post on Instagram A post shared by Phiro by Phiraka Sinergy Indonesia (@phiraka_id)
A post shared by Phiro by Phiraka Sinergy Indonesia (@phiraka_id)
Proses rekrutmen yang cepat dan terstruktur menjadi salah satu faktor penting dalam mendapatkan talenta terbaik. Namun, masih banyak perusahaan yang mengelola proses hiring secara manual, mulai dari menyimpan CV di berbagai folder, menjadwalkan interview melalui email atau chat, hingga mencatat perkembangan kandidat menggunakan spreadsheet. Seiring bertambahnya jumlah pelamar dan kebutuhan perekrutan, cara kerja tersebut sering […]
Memilih Human Resource Information System (HRIS) merupakan keputusan strategis bagi perusahaan. Selain membantu mengelola data karyawan, HRIS juga mendukung berbagai proses penting, mulai dari absensi, payroll, rekrutmen, hingga performance management. Saat mencari solusi HRIS, perusahaan biasanya dihadapkan pada dua pilihan utama, yaitu SaaS HRIS (Software as a Service) dan On-Premise HRIS. Keduanya memiliki karakteristik, kelebihan, […]
Di tengah tuntutan bisnis yang semakin dinamis, tim Human Resources (HR) tidak lagi hanya berfokus pada administrasi karyawan. HR kini berperan sebagai mitra strategis yang membantu perusahaan mengambil keputusan berbasis data, mengembangkan talenta, hingga meningkatkan produktivitas organisasi. Namun, masih banyak perusahaan yang menjalankan proses HR secara manual menggunakan spreadsheet, dokumen terpisah, atau bahkan formulir kertas. […]
Konsultasikan secara gratis bagaimana solusi Phiro membantu bisnis dan tim Anda berkembang lebih cepat.