6 Strategi Mengurangi Employee Turnover yang Super Efektif

6 Strategi Mengurangi Employee Turnover yang Super Efektif

Phiraka Phiraka Jun 3, 2026
9 Mins Read

Buat para HR, apakah Anda sering sekali mendengar istilah employee turnover atau dalam bahasa Indonesia itu turnover karyawan. Sayangnya, masih banyak perusahaan yang tidak memahami dampaknya terhadap pengelolaan tenaga kerja. Padahal, dampaknya terhadap produktivitas perusahaan tidak main-main.

Perusahaan yang memiliki employee turnover yang tinggi cenderung memiliki produktivitas yang rendah dan reputasi yang buruk di mata pelamar kerja. Tidak hanya itu saja, tingginya employee turnover membuat perusahaan harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk mempromosikan lowongan pekerjaan.

Baca Juga : 50 HRIS yang Familiar dan Banyak Dipakai di Indonesia

Cara menghindari turnover karyawan?

Turnover karyawan sebenarnya merupakan hal yang tidak bisa dihindari di perusahaan karena itu adalah bagian dari dinamika kebutuhan tenaga kerja yang terus berubah dan perkembangan karir karyawan. Bahkan di perusahaan yang sehat, employee turnover diperlukan untuk menjaga kompetensi tetap berada di koridor yang sehat dan menyesuaikan kebutuhan talenta dengan bisnis yang ada.

Namun, jika employee turnover sering terjadi dalam waktu yang singkat, maka dampaknya adalah stabilitas tim yang terganggu, peningkatan biaya rekrutmen, dan pengaruh terhadap operasional perusahaan. Oleh sebab itu, perusahaan perlu memikirkan strategi yang efektif untuk mengurangi employee turnover. Silakan simak di bawah ini tentang penyebab employee turnover dan strategi untuk mengurangi fenomena tersebut!

Penyebab Turnover Karyawan di Perusahaan

Apa Penyebab turnover karyawan ?

Banyak faktor-faktor yang menjadi penyebab tingginya turnover karyawan di perusahaan, beberapa diantaranya yaitu:

1. Overwork

Karyawan pada umumnya lebih cenderung memprioritaskan work-life balance, sehingga mereka tidak ingin pekerjaan yang digeluti sampai mengganggu kehidupannya. Ketika perusahaan cenderung memberikan tugas yang berlebihan, kontrol yang kurang, atau menghadapi stres harian, maka akan banyak karyawan yang mengalami kelelahan, yang menjadi salah satu pemicu tingginya employee turnover di perusahaan tersebut.

2. Kompensasi Rendah

Kompensasi dari perusahaan yang rendah juga menjadi salah satu penyebab tingginya employee turnover di perusahaan. Gaji pokok yang besar memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap retensi karyawan, karena itu adalah salah satu cara untuk menghargai kerja keras dan kontribusi mereka terhadap perusahaan. Ketika gaji pokok yang diberikan itu terlalu rendah, otomatis banyak karyawan yang memilih meninggalkan perusahaan tersebut.

Baca Juga : 6 Strategi HR yang Efektif untuk Program Pelatihan

3. Kolega dan Budaya Perusahaan yang Buruk

Salah satu penyumbang tingginya employee turnover yang signifikan adalah adanya kolega dan budaya perusahaan yang buruk. Adanya budaya perusahaan dan kolega yang toksik bisa membuat employee turnover mengalami peningkatan yang signifikan. Ketika karyawan merasakan hal-hal seperti stres yang berlebihan, takut mengalami kesalahan kecil, mengalami intimidasi di tempat kerja, dan lain-lain, otomatis mereka akan kehilangan motivasi dan hasrat untuk melanjutkan kerja di perusahaan tersebut.

4. Lokasi dan Geografis yang Jauh

Faktor lokasi dan geografis juga sering menjadi salah satu penyebab tingginya employee turnover di perusahaan. Jarak lokasi yang jauh antara perusahaan dan tempat tinggal karyawan bisa membuat beberapa karyawan harus berangkat lebih pagi supaya tidak terlambat sampai di kantor. Ketika perusahaan memilih menerapkan kerja di kantor kepada seluruh karyawan, maka otomatis beberapa karyawan yang rumahnya jauh memilih mengundurkan diri dibandingkan dengan menjadi beban bagi perusahaan.

Strategi Mengurangi Turnover Karyawan Yang Efektif

Cara Mengatasi Turn Over karyawan?

Setelah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan tingginya turnover karyawan di perusahaan, perusahaan sekarang dapat menemukan cara yang tepat untuk mendorong retensi karyawan yang efektif. Berikut ini adalah cara mengurangi turnover karyawan yang tinggi di perusahaan yaitu:

1. Membangun Budaya Fleksibilitas

Salah satu cara untuk mengatasi tingginya turnover karyawan adalah dengan menerapkan jadwal yang lebih fleksibel dan kerja jarak jauh bagi karyawan yang tidak bisa mengikuti kerja di kantor atau WFO. Selain itu, memberikan karyawan waktu istirahat dan menghormati waktu istirahat adalah salah satu langkah penting untuk mendorong budaya fleksibilitas di perusahaan.Dengan memiliki budaya kerja yang fleksibel, permasalahan employee turnover di perusahaan dapat diatasi dengan baik.

Baca Juga : 17 Rekomendasi Software ATS Terbaik di Indonesia

2. Menawarkan Gaji yang Kompetitif

Di zaman sekarang, harga barang selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Perusahaan harus selalu mengikuti harga pasar dan menawarkan gaji serta tunjangan yang lebih kompetitif kepada calon talenta yang memenuhi persyaratan. Perusahaan juga harus menawarkan kenaikan gaji secara teratur dan bertahap dengan mempertimbangkan performa karyawan tersebut. Perusahaan juga bisa memberikan gaji dan bonus yang lebih bagi karyawan yang secara performa sangat memuaskan.

3. Fasilitas Pertumbuhan Karyawan dan Terlibat Aktif

Salah satu alasan orang bekerja adalah tidak hanya sekadar mencari uang, tetapi juga meningkatkan kemampuan dan posisinya dalam perkembangan karier. Oleh sebab itu, perusahaan wajib menawarkan program pengembangan diri seperti pelatihan dan promosi internal agar karyawan merasa tumbuh dan memiliki perkembangan karir yang baik. Selain itu, libatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, proyek kolaborasi lintas tim, sampai kegiatan perusahaan lainnya untuk membangun hubungan yang erat serta berikan apresiasi kepada karyawan yang sudah berkontribusi lebih.

4. Memahami dan Respon Kebutuhan Karyawan

Strategi mengurangi employee turnover yang selanjutnya adalah memahami dan merespons apa yang menjadi kebutuhan karyawan. Perusahaan dapat menerima feedback dari karyawan secara rutin dengan berbagai macam program seperti survei kepuasan kerja hingga sesi one-on-one bersama direct manager demi mengetahui aspirasi yang menjadi keinginan mereka.

Baca Juga : Fungsi Utama Learning Management System (LMS) Bagi Perusahaan

5. Evaluasi Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan memiliki banyak definisi, tapi pada umumnya mengacu kepada sikap atau keyakinan bersama yang mendefinisikan tempat kerja dan memengaruhi pengalaman karyawan. Perusahaan akan mengalami kesulitan mengubah atau memperkuat budaya apabila tidak mengidentifikasi terlebih dahulu jenis budaya yang dimilikinya. Oleh sebab itu, diperlukan apa yang disebut sebagai evaluasi budaya perusahaan dengan bantuan alat dan konsultan yang terpercaya demi membangun retensi karyawan yang kuat.

6. Menanamkan Budaya dan Lingkungan Kerja yang Ramah Teknologi

Di era digital, penggunaan teknologi dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan karyawan. Perusahaan yang memanfaatkan teknologi dengan maksimal akan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman. Selain itu, perusahaan juga bisa menyediakan employee self-service yang mendorong karyawan untuk mengakses layanan HR secara mandiri sehingga mempermudah urusan cuti, absensi dan lain-lain tanpa terkendala proses administratif.

Baca Juga : Perbedaan BPJS JHT dan BPJS JP, Karyawan Senior Wajib Tahu!

Menerapkan strategi untuk mengurangi employee turnover memang bukan hal yang mudah dilakukan karena itu membutuhkan sistem yang betul-betul berintegrasi. Tanpa itu semua, perusahaan akan mengalami kesulitan memantau data karyawan, mengidentifikasi risiko turnover, serta mengelola proses rekrutmen dan pengembangan karyawan.

Saatnya Beralih ke Teknologi Canggih HRIS Sesuai Dengan Kebutuhan Perusahaan Anda!

Rekomendasi HRIS terbaik

Jangan khawatir, Phiro Neo bisa menjadi solusi bagi perusahaan Anda, khususnya HR, yang ingin memantau data karyawan dengan simpel dan efisien. Di Phiraka Sinergi Indonesia, banyak software yang cocok digunakan sesuai dengan kebutuhan untuk mengurangi employee turnover. Tunggu apa lagi? Buruan segera hubungi kami sekarang juga!

Wujudkan Transformasi Digital HR Anda Bersama Phiraka

Konsultasikan secara gratis bagaimana solusi Phiro membantu bisnis dan tim Anda berkembang lebih cepat.

Contact us via Whatsapp Hubungi Kami